BUDAYA KERJA BANJAR (BERELAAN, BUBUHAN, DAN GAWI MANUNTUNG) SEBAGAI MODAL SOSIAL ORGANISASI: KAJIAN KONSEPTUAL BAGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Main Article Content
Abstract
Artikel ini mengkaji budaya kerja Banjar—yang terdiri atas nilai Berelaan, Bubuhan, dan Gawi Manuntung—sebagai bentuk modal sosial organisasi yang dapat memperkuat etika kerja, kolaborasi, ketuntasan tugas, dan adaptasi dalam manajemen sumber daya manusia di lingkungan organisasi modern, baik di sektor publik maupun perguruan tinggi. Kajian dilatarbelakangi oleh kecenderungan kebijakan sumber daya manusia yang menyalin praktik dari organisasi lain tanpa mempertimbangkan nilai lokal dan konteks sosial pegawai. Dengan pendekatan tinjauan literatur konseptual, artikel ini memetakan tiga unsur budaya kerja Banjar ke dalam kerangka modal sosial Putnam dan Coleman, kemudian menurunkannya menjadi indikator perilaku kerja yang dapat diamati dan dievaluasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Berelaan dapat diterjemahkan menjadi indikator keikhlasan dan integritas layanan; Bubuhan menjadi indikator kolaborasi dan soliditas tim; serta Gawi Manuntung menjadi indikator ketuntasan dan kinerja. Efektivitas penerapan ketiga nilai tersebut bergantung pada keselarasan sistem pelatihan, penilaian kinerja, penghargaan, teknologi, dan komunikasi kepemimpinan; ketidakselarasan antarunsur berpotensi menimbulkan sinyal yang membingungkan bagi pegawai. Artikel ini merekomendasikan agar organisasi menyusun indikator kinerja berbasis nilai lokal secara eksplisit sebagai bagian dari kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang kontekstual.
Article Details
Section
References
Aditya, D. P. (2018). Pengaruh Likuiditas, Aktivitas dan Kebijakan Dividen terhadap Kinerja Coleman, J. S. (1988). Social capital in the creation of human capital. American Journal of Sociology, 94, S95–S120.
Fachrudin, T. (2021). Apropriasi budaya suku Banjar dalam gaya kepemimpinan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor. Biokultur, 10(2), 120–134.
Isnada, I. (2016). Pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Sekretariat Daerah Kabupaten Mamuju Utara. Katalogis, 4(2).
Istiqomah, E., & Setyobudihono, S. (2014). Nilai budaya masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi indigenous. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 5(1), 1–6.
Putnam, R. D., Leonardi, R., & Nanetti, R. Y. (1993). Making democracy work: Civic traditions in modern Italy. Princeton University Press.
Putnam, R. D. (2000). Bowling alone: The collapse and revival of American community. Simon & Schuster.
Sedarmayanti, S., & Rahadian, N. (2018). Hubungan budaya kerja dan lingkungan kerja terhadap peningkatan kinerja pegawai pada lembaga pendidikan tinggi. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan Ilmu dan Praktek Administrasi, 15(1), 63–77.
Syahra, R. (2003). Modal sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 5(1).
Tika, P. (2012). Budaya organisasi dan peningkatan kinerja perusahaan. Bumi Aksara.